Kapan Waktu Terbaik Tour di Eropa

Dengan empat musim berbeda Eropa menyuguhkan pesona wisata sepanjang tahun untuk dinikmati. Jika anda mau melihat tempat wisata tertentu perhatikan baik-baik waktu dan musim apa sebaiknya jalan-jalan ke Eropa. Karena waktu yang tidak tepat akan membuat kunjungan anda menjadi sia-sia. Simak juga event penting yang diadakan, jadwal dan kegiatan ini juga bisa membuat destinasi favorit ditutup untuk para turis. Berikut beberapa waktu terbaik yang anda patut cata agar tour ke Eropa semakin menyenangkan.

Musim Dingin : waktu Desember akhir – Awal Maret

Ingin nikmati suasana winter khas Eropa pastikan anda datang pada musim dingin yang berlangsung 3 bulan. Pada bulan Desember anda akan disuguji germelaop lampu di sepanjang jalan dan area shopping. Mendekati hari Natal, banyak pasar dadakan, biasa disebut Christmas market, Kerst Markt dan lainnya sesuai negara masing-masing. Pasar ini berada di pusat kota. Sehingga  pemandangan wilayah pusat akan terhalang oleh aktifitas pasar.

Pastikan anda bersedia berdesakan dan berbaur dengan warga lokal yang sedang lakukan pembelian pernak-pernik hari raya. Banyak juga makanan khas musim dingin dijual. Ditambah minuman hangat seperti coklat hangat dan minuman berakohol.  Tidak heran kalau pasar ini jadi favorit para wisatawan lokal.

Menjelang pergantian tahun, suasana semakin meriah. Pasar Natal  telah tiada, diganti dengan meriahnya diskon yang ditawarkan oleh toko-toko dan pusata perbelanjaan di setiap kota. Suasana ini juga pas untuk lakukan wisata belanja. Korting ditawarkan sangat menggiurkan, jadi tidak heran bila area perbelanjaan dipadati begitu banyak orang. Bukan hanya wisatawan dari jauh, penduduk sekitarpun akan berburu barang kesukaan dengan harga murah.

Suasana malam tahun baru di tiap negara akan berbeda. Bahkan tiap kota ada perayaan tahun baru dengan berbagai acara. Seperti di Belanda misalnya tradisi bakar kembang api bisa dilakukan dimana saja. Walau sekarang lebih diberatkan untuk dilakukan pada pusat kota seperti di Rotterdam. Namun pada kebanyakan tempat disepanjang jalan anda akan dikejutkan dengan bunyi petasan dan kembang api. Jadi harus berhati-hati.

Lain halnya dengan di Paris, Perayaan tahun baru biasanya berpusat di sekitar Menara Eiffel. Jadi bisa anda berkunjung kesana dengan tujuan melihat pesona gebyar kembang api. Di atas besi menjulang Eiffel, suasana tahun baru akan begitu terasa. Ditempat lain dipenjuru kota tidak ada pembakaran kembang api. Sehingga anda aman bepergian dengan santai.

Pemusatan perayaan tahun baru juga anda bisa ditemukan di Swiss. Banyak acara diadakan sekitar pusata kota. Ambil contoh di Zurich. Konser musik dan festival kembang api diadakan ditepi danau di kota itu.

Satu hal  yang perlu diperhatikan adalah adanya aturan angkutan umum dipergantian tahun. Perhatikan baik-baik, karena ditiap kota punya kebijakan berbeda. Di kota Belanda misalnya, angkutan umum akan terhenti mulai jam 20.00 waktu setempat. Ini berlangsung hingga pagi hari pada 1 januari. Sehingga satu-satunya alat transportasi adalah Taxi. Atau jalan kaki.

Ingin melihat salju di musim dingin? Pastikan anda berangkat pada sekitar pertengahan Januari hingga Februari. Pada bulan desember hujan salju sangatlah jarang. Apalagi di Eropa Barat seperti Belanda, Perancis dan Jerman. Namun begitu salju di puncak gunung sudah bisa anda nikmati. Jika pergi ke Swiss pada liburan akhir tahun, sudah banyak salju disana dan kemungkinan hujan salju juga bisa didapatkan. Pantau terus prakiraan cuaca negara yang ingin dikunjungi. Karena hujan salju tidak terjadi tiap hari.

Perlu diperhatikan jika hujan salju begitu deras, ini juga akan menghambat ruang gerak. Layaknya banjir dengan air, kebanyak salju juga sangat mengganggu lalu lintas. BIsa jadi tidak ada kendaraan yang bisa lewat akibat salju yang menumpuk. Kereta api dan Pesawat pun bisa delay berjam-jam karena gangguan badai salju.

Satu hal bila tour Eropa pada musim dingin adalah masalah keterbatasan matahari. Anda akan dapatkan sinar matahari, jika dia nongol, hanya beberapa jam saja. Pada titik terpendek anda cuma bisa menikmati matahari dari jam 9 pagi sampai 4 sore. Perhatikan letak negara juga. Semakin dia mendekati kutub utara, kian pendek waktu siang hari. Seperti Norway, matahari akan sangat terbatas menyinari bumi. Bahkan ada kota yang sama sekali tidak ada matahari selama musim dingin. Sehingga ruang gerak anda juga harus menyesuaikan dengan keadaan hari itu. Berwisata pada kegelapan dan cuaca dingin sangatlah tidak nyaman. Apalagi tidak begitu banyak orang berlalu-lalang ketika matahari mulai tenggelam.

Musim Semi : waktu Akhir Maret hingga Awal Mei

Meninggalkan kedinginan yang menghimpit, tibalah kehangatan matahari di musim semi. Alampun semakin cantik dengan mekarnya bunga berwarna-warni. Kicauan burung di ranting pohong, Hewan ternak yang mulai merumput ditambah senyum segar penduduk setempat menambah kehangata suasana musim semi. Matahari memang memberi nuansa kehidupan yang berbeda. Pas buat jalan-jalan menikmati alam.

Jika anda ingin menikmati kebun bunga terbesar di dunia, inilah saatnya. Jutaan bunga berbagai macam bentuk, warna dan ukuran siap memanjakan mata dan indra penciuman anda. Wisata kebun tulip Keukenfo menjadi destinasi favorit pada waktu terbaik di Eropa ini. Suhu yang tidak dingin dan juga tidak begitu panas menjadikan tour anda akan semakin nyaman. Berkisar antara 13°-17° dengan matahari bersinar juga memberi ruang untuk anda bereksperiman dengan fesyen. Baju tebal bisa dipakai, namun busana yang tipis untuk musim panas juga bisa kenakan. Walau hanya untuk jalan-jalan sebentar dan berfoto ria.

Musim Panas : Akhir Mei hingga awal September

Waktu terbaik untuk jalan-jalan di Eropa karena cuaca bagus, suhu bersahabat dan matahari hampir selalu menemani perjalanan anda. Bawaan baju juga tidak perlu banyak, atau tebal-tebal. Ini tentu meringankan ruang gerak anda selama berwisata. Tempat wisata sudah buka semua dan hari yang semakin panjang membuat jalan-jalan anda lebih leluasa. Dipagi hari matahari sudah menyinari bumi dari pukul 6, Sampapi sekitar jam 22.00 dipuncak musim panas anda masih bisa temukan bola bundar diatas bumi Eropa. Satu suasana yang sangat menyenangkan untuk jalan-jalan.

Banyak festival dan acara akan ditemui pada musim panas ini. Pastikan anda cek baik-baik agenda di tiap kota yang ingin dikunjungi. Karena festival memang bagus, tapi bisa juga mengakibatkan penutupan area tempat wisata favorit. Ambil contoh pada hari raya Perancis, Bastille Day tanggal 14 juli. Daerah sekitar Champ Ellysee dan sekitarnya akan ditutup beberapa hari karena ada upacara dan parade nasional. Sekitar Menara Eiffel juga ada panggun-pangung hiburan yana akan menghalangi ruang gerak dan jarak pandang anda.

Dan satu sisi acara ini juga bisa menambah tour eropa semakin berkesan., Yang tak kalah rame dan menarik adalah Tour De France, acara balap sepeda ini juga diadakan pada musim panas dengan finis di tugu kemenangan Napoleon Arch de Triomphe. Maka sepanjang jalur kesana juga akan ditutup. Akibatnya sebagian kota akan dikunci untuk lalu lintas kendaraan, sehingga kalau anda mau menuju tempat wisata seperti Louvre dan Lafayette tidak bisa lewat.

Alasan kenapa musim panas bukan waktu terbaik tour di Eropa ? Karena banyak orang ingin pergi kesana pada waktu yang sama. Ditambah waktu liburan sekolah dan kerja juga terjadi pada musim summer ini. Akibatnya tempat wisata sangat padat. Anda bertemu, berpapasan, bersenggolan dengan wisatawan lain. Bukan hanya itu, antrian masuk ke tempat wisata juga semakin  panjang. Bahkan pada beberapa kesempatan anda tidak bisa beli tiket masuk di tempat. Harus jauh-jauh hari pesan tiket lewat online.

Kendala lain adalah masalah harga. Pada musim ini biaya tour jadi lebih mahal karena harga pada naik. Mulai dari tiket pesawat, hotel dan transportasi merangkak naik mengikuti permintaan pasar. Sehingga budget wisata anda juga harus disesuaikan.

Persoalan lain muncul pada saat musim panas adalah jumlah kendaraan di jalan yang semakin  meningkat. Sehingga macet di kota dan antri di jalan tol adalah hal yang harus anda maklumi dan terima dengan lapang dada.

Musim Gugur : September akhir sampai November

Dari 3 musim tersebut diatas, musim Gugur bisa jadi waktu tak terbaik untuk jalan-jalan ke Eropa. Kenapa ini ? Ketika suasana musim panas dengan cuaca hangat nyaman bersama sinar matahari menemai aktifitas keseharian. Musim gugur suguhkan suasana kebalikannya. Matahari semakin jarang bersinar, suhu mulai turun. Daun-daun berguguran dan angin kencangpun semakin sering datang. Badai di musim gugur bukanlah hal yang sulit ditemukan.

Bagi penduduk lokal, periode ini adalah waktu paling tidak menyenangkan., Depresi dan putus asa datang pada masa-masa ini. Seolah kehidupan akan menuju kehancuran, karena semakin lama hari kian pendek dan suhu semakin turun. Orang jadi jarang keluar rumah.

Untuk objek wisatapun kena getahnya. Kebanyakan akan tutup, memberi kesempatan mereka untuk berbenah. Melakukan renovasi atau perawatan rutin. Pemilik toko juga bisa liburan sebentar atau sekedar beristirahat dari hiruk-pikuknya musim panas yang melelahkan.

Apakah tidak ada wisata menarik yang bisa dinikmati ? Tentu ada, seperti pada kebanyakan hal, ditiap keburukan ada saja kebaikan yang bisa didapatkan. Layaknya pada musim gugur ini, berwisata alam adalah hal yang sering dilakukan. Perjalanan ke hutan akan sangat berkesan. Dengan daun-daun yang mulai berubah menjadi kuning kecoklatan, sementara sebagain sudah gugur dijalanan akan berikan suasana indah untuk diabadikan oleh kamera kesayangan.

Musim gugur juga menjadi bagian dari low season dimana harga akan turun mengikuti permintaan pasar yang semakin berkurang. Ditambah lagi di tempat wisata anda tidak akan berhimpitan,  berdesakan untuk dapatkan spot selfie terbaik.

Jadi anda mau pilih mana? Waktu terbaik tour Eropa bisa dilakukan kapan saja tergantung minat dan waktu tersisa. Pikirkan baik-baik, rencanakan dan putuskan dari sekarang untuk liburan Eropa penuh kenangan tak terlupakan.

 

Leave a Reply