Giethoorn: Venesia dari Belanda, Kampung Tanpa Mobil yang Mempesona

Giethoorn, sebuah desa yang sering dijuluki “Venesia dari Belanda”. Terletak jauh di dalam pedesaan Belanda yang tenang, Giethoorn adalah destinasi yang memukau dan unik, menawarkan pelarian yang damai dari hiruk pikuk kehidupan kota. Jika Anda mencari tempat yang seperti ada dari dongeng, di mana perahu adalah moda transportasi utama dan alam merangkul setiap sudut, maka Giethoorn adalah jawabannya.

Apa Itu Giethoorn?

Giethoorn bukanlah desa biasa. Ini adalah desa yang nyaris tidak memiliki jalan raya. Sebagai gantinya, jaringan kanal-kanal yang tenang, jembatan kayu yang indah, dan jalur pejalan kaki yang sempit menjadi urat nadi kehidupannya. Bayangkan sebuah tempat di mana rumah-rumah beratap jerami yang menawan berdiri tegak di tepi air, dikelilingi oleh taman-taman yang rimbun dan bunga-bunga yang bermekaran. Di sinilah Anda akan menemukan Giethoorn, sebuah desa di mana kedamaian berkuasa dan jam terasa melambat.

Keunikan Giethoorn tidak hanya terletak pada absennya jalan raya, tetapi juga pada filosofi hidupnya yang kental dengan kedekatan alam. Penduduk setempat, yang sangat bangga dengan warisan desa mereka, menjalani kehidupan yang harmonis dengan lingkungan sekitarnya. Suara yang paling sering Anda dengar bukanlah deru mesin kendaraan, melainkan kicauan burung, riak air, dan bisikan angin.

Sejarah Giethoorn sendiri cukup menarik. Desa ini didirikan pada abad ke-13 oleh sekelompok biarawan yang menetap di wilayah tersebut. Mereka menemukan banyak tanduk kambing (geithoorns) yang ditinggalkan setelah banjir besar, dari situlah nama “Giethoorn” berasal. Seiring waktu, penggalian gambut oleh penduduk menjadi kegiatan utama, yang kemudian membentuk jaringan kanal dan danau yang kita lihat saat ini. Jaringan air ini awalnya digunakan untuk mengangkut gambut, tetapi kini telah menjadi daya tarik wisata utama.

Di Mana Giethoorn Berada?

Giethoorn terletak di provinsi Overijssel, bagian timur laut Belanda. Desa ini merupakan bagian dari Taman Nasional Weerribben-Wieden, salah satu kawasan lahan basah terbesar di Eropa Barat. Lokasinya yang agak terpencil justru menambah pesonanya, menjadikannya permata tersembunyi yang perlu sedikit usaha untuk mencapainya, namun sangat sepadan dengan pengalaman yang akan Anda dapatkan.

Secara geografis, Giethoorn terletak sekitar 120 kilometer timur laut Amsterdam. Meskipun tidak berada di dekat kota-kota besar yang padat penduduk, akses ke Giethoorn relatif mudah, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk perjalanan sehari atau menginap lebih lama bagi para pelancong yang ingin menjelajahi sisi lain Belanda.

Kedekatannya dengan Taman Nasional juga berarti Giethoorn dikelilingi oleh keindahan alam yang luar biasa, mulai dari hutan yang lebat hingga padang rumput yang luas, menjadikannya surga bagi para pecinta alam dan penggemar aktivitas luar ruangan.

Bagaimana Menjelajahi Giethoorn?

Mengingat Giethoorn tidak memiliki jalan raya, moda transportasi utama Anda di sini adalah, tentu saja, perahu! Ada beberapa cara untuk menikmati keindahan kanal-kanal Giethoorn:

  • Menyewa Perahu “Whisper Boat”: Ini adalah pilihan paling populer dan sangat direkomendasikan. Perahu-perahu kecil ini ditenagai oleh motor listrik yang nyaris tanpa suara, memungkinkan Anda untuk meluncur dengan tenang melintasi kanal-kanal dan menikmati pemandangan tanpa gangguan. Anda bisa menyewa perahu ini per jam dan mengemudikannya sendiri, mengikuti rute yang ditandai atau menjelajahi labirin kanal sesuai keinginan Anda. Ini adalah cara terbaik untuk merasakan kebebasan dan kedamaian Giethoorn sepenuhnya.
  • Tour Perahu Berpemandu: Jika Anda lebih suka bersantai dan mendengarkan cerita, banyak operator menawarkan tour perahu berpemandu. Pemandu lokal akan membawa Anda melewati kanal-kanal utama, menjelaskan sejarah desa, dan menunjukkan tempat-tempat menarik. Ini adalah pilihan yang bagus jika Anda bepergian dalam kelompok atau ingin mendapatkan wawasan lebih dalam tentang Giethoorn dari sudut pandang penduduk setempat.
  • Kano atau Kayak: Bagi yang lebih suka petualangan aktif, menyewa kano atau kayak adalah pilihan yang fantastis. Anda bisa mendayung melalui kanal-kanal yang lebih kecil dan bahkan menjelajahi bagian-bagian yang mungkin tidak dapat diakses oleh perahu motor yang lebih besar. Ini memberikan pengalaman yang lebih terasa dan kesempatan untuk berolahraga sambil menikmati pemandangan.
  • Berjalan Kaki atau Bersepeda: Meskipun perahu adalah cara utama untuk menjelajahi kanal, Giethoorn juga memiliki jaringan jembatan kayu dan jalur pejalan kaki yang sangat baik. Anda bisa berjalan-jalan santai di sepanjang tepi kanal, melintasi jembatan-jembatan, dan mengagumi arsitektur rumah-rumah tradisional. Beberapa area juga cocok untuk bersepeda, memungkinkan Anda untuk menjelajahi daerah sekitar desa.

Aktivitas Lain di Giethoorn:

Selain menjelajahi kanal, Giethoorn menawarkan beberapa hal lain untuk dinikmati:

  • Museum Giethoorn ‘t Olde Maat Uus: Museum rumah pertanian tradisional ini menawarkan wawasan tentang kehidupan di Giethoorn di masa lalu. Anda bisa melihat bagaimana penduduk setempat hidup, bekerja, dan beradaptasi dengan lingkungan air.
  • Makan di Restoran Tepi Kanal: Nikmati hidangan lezat di salah satu restoran atau kafe yang menghadap ke kanal. Rasakan suasana pedesaan yang tenang sambil menikmati makanan khas Belanda.
  • Berbelanja Suvenir: Beberapa toko kecil menjual kerajinan tangan lokal dan suvenir unik yang bisa Anda bawa pulang sebagai kenang-kenangan.
  • Menginap di B&B Tradisional: Untuk pengalaman yang benar-benar imersif, pertimbangkan untuk menginap di salah satu B&B (Bed and Breakfast) yang menawan. Banyak di antaranya terletak di rumah-rumah tradisional di tepi kanal, menawarkan pemandangan yang indah dan ketenangan yang tak tertandingi.

Fun Facts tentang Giethoorn:

  • Tidak Ada Mobil: Ini mungkin fakta paling mencolok tentang Giethoorn. Anda benar-benar tidak akan menemukan mobil di pusat desa. Transportasi didominasi oleh perahu, sepeda, dan kaki.
  • Jembatan Tanpa Hitungan: Ada lebih dari 176 jembatan di Giethoorn! Setiap jembatan menghubungkan pulau-pulau kecil tempat rumah-rumah berdiri, menciptakan labirin yang menawan.
  • Desa Tanpa Suara: Sebelum adanya “whisper boat” dengan motor listrik, perahu-perahu di Giethoorn digerakkan oleh “punter”, tongkat panjang yang didorong ke dasar kanal. Ini membuat desa menjadi tempat yang sangat, sangat tenang, hanya terdengar suara alam.
  • Populer di Kalangan Turis Asia: Giethoorn sangat populer di kalangan wisatawan dari Asia, terutama Tiongkok. Keindahan dan ketenangannya yang unik menarik banyak pengunjung dari sana.
  • Restoran China: Karena banyaknya turis asia yang datang ke Giethoorn, menjadikan kesempatan bisnis bagi pengusaha restoran China. Yaitu dengan membuka restoran China di kampung mungil ini. Wisatawan China ini biasanya datang segara berkelompok. Dijemput dari Amsterdam dan dibawa langsung ke Restoran, menikamti Bebek Peking di tepi kanal Giethoorn.
  • Terbentuk dari Penggalian Gambut: Jaringan kanal yang rumit di Giethoorn terbentuk karena penggalian gambut selama berabad-abad. Penduduk setempat menggali gambut untuk bahan bakar, dan lubang yang tersisa kemudian terisi air, membentuk kanal-kanal yang kita lihat hari ini.
  • Berlokasi di Taman Nasional: Giethoorn adalah bagian dari Taman Nasional Weerribben-Wieden, yang merupakan salah satu kawasan lahan basah buatan manusia terbesar di Eropa. Ini menjadikannya surga bagi satwa liar dan pecinta alam.

Kesimpulan:

Giethoorn adalah destinasi yang wajib dikunjungi bagi siapa pun yang mencari keindahan, kedamaian, dan pengalaman yang benar-benar berbeda di Eropa. Dengan kanal-kanal yang tenang, rumah-rumah tradisional yang menawan, dan suasana yang ramah, desa ini menawarkan pelarian yang sempurna dari kehidupan modern.

Jadi, jika Anda merencanakan perjalanan ke Belanda, pastikan untuk memasukkan Giethoorn dalam daftar itinerary Anda. Anda tidak akan kecewa dengan keajaiban “Venesia dari Belanda” ini!

Leave a Reply